A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 6 Jumlah tamu Yang online
Home
Menderita Tifus Berulang Kali? Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Monday, 25 June 2007
DEMAM tifoid atau yang dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah tifus merupakan penyakit infeksi yang masuk melalui saluran cerna kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui darah (infeksi sistemik).

Tifus disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella serovarian typhi dan paratyphi.Terdapat ratusan jenis bakteri Salmonella, tetapi hanya 4 jenis yang dapat menimbulkan tifus yaitu Salmonella serovarian typhi, paratyphi A,paratyphi B, dan paratyphi C. Di Indonesia tifus merupakan penyakit endemis yang berarti kasusnya selalu ada sepanjang tahun. Umumnya penderita tifus meningkat, terutama pada musim kemarau. Saat musim itu terjadi kekurangan sumber air bersih dan sumber air yang ada mudah tercemar.

Setiap tahun penderita tifus di daerah perkotaan di Indonesia mencapai angka 700-800 kasus per 100.000 penduduk. Demam tifoid atau tifus terjadi apabila seseorang terinfeksi kuman Salmonella, yang umumnya melalui makanan atau minuman yang tercemar.Apabila jumlah kuman yang masuk ke tubuh cukup untuk menimbulkan infeksi, kuman akan menempel pada saluran cerna kemudian berkembang biak.Kemudian kuman menembus dinding usus dan masuk ke aliran darah sehingga menyebar ke seluruh tubuh; menimbulkan infeksi pada organ tubuh lain di luar saluran cerna.






 



 

 


Ada kalanya kuman tidak cukup virulen untuk menyerang dan hanya menimbulkan infeksi lokal di saluran cerna dengan gejala perut kembung,mual atau diare, keadaan ini disebut dengan Salmonelosis. Karena tifus merupakan infeksi yang menyebar melalui darah atau disebut infeksi yang sistemik; gejala yang khas pada tifus adalah demam. Demam pada tifus umumnya memiliki pola khusus, dengan suhu yang meningkat sangat tinggi (mencapai 39oC atau lebih) naik dan turun; dan umumnya meningkat pada sore dan malam hari.

Pada beberapa hari pertama demam, sering kali sulit membedakan apakah demam disebabkan oleh tifus atau oleh penyebab demam lain, seperti demam berdarah atau malaria.Pola demam yang disebabkan demam berdarah umumnya meningkat mendadak,dengan suhu sangat tinggi,dan demam akan turun secara cepat di hari ke-5 atau 6.Bilamana demam sudah berlangsung lebih dari 7 hari, sangat mungkin demam disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.

Gejala lain tifus yang sering kali menyertai adalah gejala pada pencernaan, seperti mual,muntah,sembelit atau diare. Gejala lain seperti gelisah, mengigau, kesadaran menurun, nyeri perut, dan buang air besar berdarah dapat terjadi bila demam berlangsung lebih lama dan menimbulkan komplikasi atau penyulit. Salah satu pemeriksaan laboratorium yang sering dilakukan untuk mendiagnosis penyakit tifus adalah pemeriksaan widal.

Uji widal adalah suatu pemeriksaan serologi yang berarti bahwa hasil uji widal positif menunjukkan adanya zat anti (antibodi) terhadap kuman Salmonella. Uji widal positif menunjukkan bahwa seseorang pernah kontak/terinfeksi dengan kuman Salmonella tipe tertentu. Untuk menentukan seseorang menderita demam tifoid, tetap harus didasarkan adanya gejala yang sesuai dengan penyakit tifus; uji widal hanya sebagai pemeriksaan yang menunjang diagnosis. Sebaliknya, seorang tanpa gejala, dengan uji widal positif tidak dapat dikatakan menderita tifus.

Beberapa hal yang sering disalahartikan dari pemeriksaan widal adalah: Pemeriksaan widal positif dianggap ada kuman dalam tubuh: Seperti disebutkan di atas bahwa uji widal hanya menunjukkan adanya antibodi terhadap kuman Salmonella. Pemeriksaan widal yang diulang setelah pengobatan dan menunjukkan hasil positif dianggap masih menderita tifus: Setelah seseorang menderita tifus dan mendapat pengobatan, hasil uji widal tetap positif untuk waktu yang lama sehingga uji widal tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk menyatakan kesembuhan.

Hasil ulang pemeriksaan widal positif setelah mendapat pengobatan tifus, bukan indikasi untuk mengulang pengobatan bilamana tidak lagi didapatkan gejala yang sesuai. Hasil uji negatif dianggap tidak menderita tifus: Uji widal umumnya menunjukkan hasil positif 5 hari atau lebih setelah infeksi. Karena itu bila infeksi baru berlangsung beberapa hari, sering kali hasilnya masih negatif dan baru akan positif bilamana pemeriksaan diulang. Dengan demikian,hasil uji widal negatif,terutama pada beberapa hari pertama demam belum dapat menyingkirkan kemungkinan tifus.

Memang terdapat kesulitan dalam interpretasi hasil uji widal karena kita tinggal di daerah endemik,yang mana sebagian besar populasi sehat juga pernah kontak atau terinfeksi, sehingga menunjukkan hasil uji widal positif. Hasil survei pada orang sehat di Jakarta pada 2006 menunjukkan hasil uji widal positif pada 78% populasi orang dewasa. Untuk itu perlu kecermatan dan kehatihatian dalam interpretasi hasil pemeriksaan widal.


Apa yang harus dilakukan kalau mengalami tifus?

Hal terpenting dalam pengobatan tifus adalah mendeteksi dan mengobati sedini mungkin sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Komplikasi tifus umumnya terjadi pada minggu ke-2 dan ke- 3 setelah demam, berupa perdarahan saluran cerna, nyeri perut atau penurunan kesadaran. Bilamana demam tinggi terus berlangsung lebih dari 5-7 hari,atau terdapat gejala yang berhubungan dengan komplikasi tifus, sebaiknya penderita dibawa ke rumah sakit atau sarana kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan.

Perawatan penderita tifus yang dapat dilakukan di rumah adalah: beristirahat, cukup minum,dan makan makanan dengan protein dan gizi yang cukup. Hindari makanan yang berserat tinggi,berbumbu pedas atau asam karenadapa tmengiritasi usus dan berisiko menimbulkan perdarahan.Bentuk makanan padat (seperti nasi lunak) dapat diberikan asal dikunyah secara baik.

Pendapat untuk memberikan makanan dalam bentuk saring,umumnya tidak lagi dilakukan dengan pemikiran bahwa makanan padat akan menjadi lumat setelah mencapai usus.Penderita tifus umumnya merasa mual dan tidak nafsu makan sehingga dengan memberikan makanan lumat akan semakin menurunkan keinginan untuk makan. Dengan pengobatan yang tepat,umumnya demam turun 3-7 hari setelah pengobatan dimulai.Penderita dapat kembali beraktivitas dan pola makan kembali seperti sedia kala 5–7 hari setelah selesai pengobatan.

Apakah tifus bisa disembuhkan?

Umumnya dengan pengobatan antibiotika yang tersedia saat ini,tifus dapat diobati dengan tuntas.Hanya sebagian kecil penderita setelah sembuh mengalami kekambuhan,dan umumnya kekambuhan ditandai dengan timbulnya kembali gejala demam 1 minggu setelah pengobatan dihentikan. Kesembuhan setelah pengobatan tidak menjamin seseorang menjadi kebal terhadap infeksi berikutnya.Infeksi berulang lebih sering dialami karena kurang menjaga kebersihan, terutama mencuci tangan sebelum makan dan memilih makanan/ minuman yang bersih/higienis.

Upaya pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan vaksinasi. Karier atau pembawa kuman dapat dialami pada sebagian kecil penderita yang tidak mendapat pengobatan secara tuntas. Pada karier kuman Salmonella, umumnya tidak bergejala dan hanya dapat diketahui dari pemeriksaan pembiakan kuman dari tinja dan kemih.Seorang karier sebaiknya mendapat pengobatan, dan tidak diperbolehkan menyajikan makanan atau minuman sebelum pengobatannya tuntas. Ini karena berpotensi menyebarkan atau menularkan tifus kepada orang lain.
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack