|
HIV/AIDS Penularan Makin Cepat, Pendekatan Harus Berubah |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 22 June 2007 |
JAKARTA, - Penularan kasus HIV/AIDS di Indonesia kini semakin cepat dan telah mencapai populasi umum. Dengan demikian, pendekatan penanganan HIV/AIDS harus berubah dan lebih komprehensif.
"Yang kita ketahui selama ini, percepatan karena jalur penularan lewat jarum suntik pada pengguna napza suntik," kata Kemal Siregar, Deputi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Bidang Pengembangan Program, di sela pertemuan koordinasi tim pelaksana KPAN di Jakarta, akhir pekan lalu.
Kenyataannya, kata Kemal, kini hal yang baru terjadi adalah penularan HIV ke populasi umum. Artinya, penularan HIV bukan lagi terbatas di antara kelompok yang berisiko, seperti perempuan pekerja seks komersial, pengguna napza suntik, dan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki. Jumlahnya pun kian meningkat.
"Hal baru yang kita hadapi adalah ketika perkembangan penyakitnya juga baru. Ini berarti, kita harus melakukan perubahan strategi. Kalau dulu strateginya ke kalangan pengguna narkoba suntik, ke kelompok berisiko melalui hubungan seksual, maka sekarang harus menggunakan strategi yang komprehensif," papar Kemal Siregar.
Menurut Siregar, kini harus siapkan satu mekanisme di mana kita juga menghadapi kelompok pengguna narkoba suntik dan kelompok risiko karena hubungan seksual. Selain itu, harus ada pendekatan yang dikembangkan mulai tahun 2007 sampai 2010.
"Kita sudah petakan dan kita hitung jumlahnya. Ternyata 80 persen lebih kasus terkonsentrasi di 19 provinsi, termasuk Papua dan Irian Jaya Barat. Kalau kita bisa konsentrasi di 19 provinsi dengan pendekatan yang komprehensif tadi, kita harus menggabungkan pendekatan penularan lewat jarum suntik dan hubungan seksual. Itu harus terintegrasi," katanya.
Lebih dari itu, jika sudah sampai pada populasi umum, juga harus dilakukan pendekatan pada komunitas. Peranan tokoh adat dan pemberdayaan masyarakat menjadi penting.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|