|
Menciptakan Budaya Hidup Sehat Lewat Dokter Cilik |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 22 June 2007 |
JAKARTA, - Hampir semua masalah kesehatan yang ada di sekitar kita perlu diselesaikan dengan memberdayakan masyarakat. Salah satunya dengan membudidayakan perilaku hidup sehat. Hal tersebut bisa dimulai lewat lingkungan sekolah, melalui kegiatan dokter cilik serta lewat masyarakat luas dengan mengaktifkan kembali Puskesmas.
Berdasarkan survey departemen kesehatan pada 2003, menunjukkan rasio penyakit akibat perilaku tidak bersih tergolong tinggi. Angka diare sekitar 300 per 1000 penduduk berlangsung sepanjang tahun. Salah satu upaya sederhana untuk mengurangi prevalensi penyakit tersebut sebenarnya sangat mudah dan murah, yakni mencuci tangan memakai sabun secara baik dan benar menggunakan air bersih mengalir.
Guna mensosialisasikan hal tersebut, Lifebuoy hari ini Rabu (20/6) meluncurkan program Lifebuoy berbagi sehat bertema "Sehat Ada di Tangan Kita", dengan melantik kader dokter cilik di SD Said Naum Jakarta.
Acara ini dihadiri antara lain oleh Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan DepKes RI I Nyoman Tandun. Dalam pidato sambutan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari yang dibacakan Tandun, program ini sangat penting karena membudayakan perilaku yang higienis melalui cuci tangan pakai sabun.
Menurut pakar kesehatan dr Hendrawan Nadesul, dokter cilik adalah kader-kader yang menguasai hal-hal hidup sehat. Dalam tugasnya mereka akan melakukan persuasi tentang perilaku hidup sehat, misalnya melalui kebersihan perorangan, kesehatan lingkungan, penghijauan, kebersihan gizi, serta mencuci tangan dengan sabun.
Dijelaskan oleh brand manager Lifebuoy, Lusi Wiliastuti Suwito, program Lifebuoy Berbagi Sehat ini sudah dilakukan sejak 2004 melibatkan 1200 kader yang akan menyebarkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat kepada para dokter kecil di tiap sekolah.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|