|
Cegah Kanker Leher Rahim dengan Deteksi Dini |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 15 June 2007 |
Lebih baik mencegah dari pada mengobati, ungkapan ini tampaknya paling pas untuk mengungkapkan pentingnya deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks (leher rahim).
Jika kanker serviks ditemukan lebih dini, tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Hal tersebut disampaikan dr.Nugroho Kampono, SpOG (K) dalam peluncuran kampanye Cegah Kanker Serviks, Rabu (18/4) di Jakarta.
Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang menyebabkan kematian tertinggi pada perempuan. Prestasinya tidak main-main, ia menempati urutan pertama jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia.
Menurut data Yayasan Kanker Indonesia (YKI), penyakit ini telah merenggut lebih dari 250.000 perempuan di dunia dan terdapat lebih 15.000 kasus Kanker Serviks baru, yang kurang lebih merenggut 8.000 kematian di Indonesia setiap tahunnya.
Kanker Serviks disebabkan oleh virus yang dikenal dengan HPV (Human Papilloma Virus), virus ini memiliki lebih dari 100 tipe HPV dimana sebagian besar tidak berbahaya, tidak menimbulkan gejala yang terlihat dan akan hilang dengan sendirinya. Namun infeksi menetap yang disebabkan HPV dengan jenis resiko tinggi dapat mengarah pada Kanker Serviks.
"Hal lain yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi timbulnya penyakit ini diantaranya hubungan seksual pada usia dini, persalinan yang terlalu sering, wanita yang merokok, serta terjadinya multi partner," kata dokter Nugroho.
Gejala awal pra kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal di bagian bawah serviks, hal ini bisa diketahui dengan suatu tes yang disebut dengan tes pap smear. Sayangnya sering kali serviks tidak menimbulkan gejala. "Gejala kanker serviks antara lain seringnya keputihan yang cairannya berwarna kuning, kemudian banyak dan sering muncul atau sering kali merasakan sakit sehabis bersenggama. Selain itu kadang kala ada serviks yang hadir tanpa gejala. Pendarahan vagina yang tidak normal pun perlu diwaspadai," kata dr. Boy Abidin SpOG, pada kesempatan yang sama.
Setelah dilakukan tes pap smear, biasanya pasien akan diberi vaksin, sayangnya harga vaksin ini masih tergolong mahal. Tetapi kini ada metode tes terbaru yang lebih murah dengan tingkat keakuratan tinggi, yakni tes IVA yang ditemukan oleh Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K).
"Tes IVA untuk mendeteksi pra kanker atau HPV tipe resiko rendah atau tinggi yang menyebabkan kelainan," paparnya. Ditambahkan olehnya, saat ini bidan-bidan di sekitar enam propinsi di Indonesia telah dilatih untuk bisa melakukan pemeriksaan IVA.
Karena pentingnya pengetahuan mengenai pencegahan dini kanker serviks ini, maka YKI meluncurkan sebuah kampanye untuk menyosialisasikan hal tersebut. Dua selebriti ibu kota Annisa Pohan dan Ira Wibowo serta putri nya, Chika Putri Bagaskara diangkat menjadi duta kampanye ini.
"Terkadang kita menunjukan kasih sayang pada orang yang kita sayangi hanya dengan memberikan hadiah-hadiah, namun sekarang sudah seharusnya kita lebih memberikan ’hadiah’ dengan memperkenalkan keperdulian terhadap kesehatan sejak dini," kata Prof. Dr. dr. Sjamsuridjal Djauzi, SpPD, KAI, dari FKUI - RSCM.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|