|
Mengenali Gejala Kanker Ovarium |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 15 June 2007 |
Kanker indung telur (ovarium) sering disebut sebagai the silent killer karena muncul tanpa gejala (asimtomatik) dan baru menimbulkan keluhan jika masuk pada stadium lanjut. Meski begitu ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai timbulnya kanker ovarium.
Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kista, namun ada pula yang berbentuk tumor padat. Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan pap smear, belum ada cara untuk memeriksa adanya keganasan ovarium.
The American Cancer Society baru-baru ini mengumumkan hasil konsesus para ahli kanker mengenai gejala-gejala kanker ovarium, antara lain bengkak-bengkak di bagian tubuh, rasa sakit di bagian perut dan panggul, kehilangan napsu makan, sering buang air kecil. Rasa sering berkemih timbul jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan di daerah panggul yang menyebabkan nyeri, juga nyeri pada saat bersenggama.
Dalam situs rumah sakit Kanker Dharmais disebutkan, pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut) dan organ-organ didalam rongga perut lainnya seperti usus-usus dan hati seperti perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil.
Jika menemukan gejala-gejala tersebut, periksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium. Pemeriksaan terutama sangat dianjutkan pada wanita yang memiliki faktor risiko tinggi, yakni wanita yang mendapat haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat, wanita yang tidak pernah atau sulit hamil, adanya riwayat kanker ovarium dalam keluarga, serta wanita penderit a kanker payudara dan kanker usus.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|