A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 22 Jumlah tamu Yang online
Home
Bangkitkan Semangat Dokter Indonesia Sehatkan Bangsa Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Wednesday, 13 June 2007
JAKARTA, - Proses depolitisasi yang tidak disadari dan telah berlangsung lama telah memarjinalkan fungsi dokter menjadi sebatas mempelajari segala sesuatu tentang penyakit. Akibatnya, kewajiban menyehatkan rakyat hanya sekadar menganjurkan minum vitamin, mineral dan mengobati pasien.

"Selain intervensi fisik, dokter lupa jika harus berperan dalam intervensi mental dan sosial di tengah masyarakat. Dokter dalam kiprahnya adalah agen perubahan sekaligus agen pembangunan," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Fahmi Idris, Selasa (12/6), dalam diskusi publik, di Jakarta.

"Saat ini masyarakat Indonesia sedang sakit fisik, mental, sosial dan ekonomi dalam arti sesungguhnya," kata Fahmi. Hal ini tergambar pada tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir, meningkatnya angka kemiskinan dan belum tercapainya kemerdekaan ekonomi Indonesia dari campur tangan pihak asing.

Untuk itu, revitalisasi peran dan fungsi dokter dalam kesejarahan bangsa Indonesia harus dilakukan. "Dua belas bulan menyongsong seabad kiprah dokter dan seabad kebangkitan nasional (20 Mei 1908-20 Mei 2008), harus diartikan sebagai langkah menuju semangat kebangkitan nasional kedua untuk kalangan kedokteran," kata Fahmi. "Ini merupakan semangat dokter Indonesia untuk menyehatkan bangsa secara fisik, mental dan sosial," ujar Fahmi.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), sehat ini meliputi kondisi fisik, mental dan sosial. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial agar tiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. "Dokter seharusnya tidak hanya berkontribusi pada penyehatan fisik semata, tetapi juga harus memberikan kontribusi dalam penyehatan mental dan sosial," tuturnya.

Kontribusi penyehatan fisik-mental-sosial harus dilakukan dokter dalam setiap penerapan ilmunya untuk menyehatkan masyarakat secara holistik.

Pemerintah juga harus menjamin tercapainya keadaan sehat yang positif yakni fisik, mental dan sosial. Karena itu, negara harus segera mengkaji ulang program-program yang berorientasi pada peningkatan kesehatan fisik, mental, sosial rakyatnya. Kegiatan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan penataan lingkungan harus segera dilaksanakan.

"Jangan lantas terpaku hanya dengan melakukan penyuluhan. Jadi harus ada sistem yang menjamin promosi, edukasi dan pendekatan bidang kesehatan dapat dilakukan secara personal kepada setiap anggota masyarakat," kata Fahmi.

Jika sistem ini dapat dibangun, maka dokter dapat mengintervensi kesehatan fisik, mental dan sosial masyarakat.

Sehat secara fisik, lanjut Fahmi, memang merupakan komponen terpenting dari keadaan sehat secara keseluruhan. Sehat fisik artinya seluruh organ tubuh berada dalam ukuran sebenarnya, dalam kondisi optimal, serta dapat berfungsi normal. Hal ini diuku dari tanda-tanda vital tubuh seperti denyut nadi pada saat istirahat dan tekanan darah.

Namun demikian, sehat fisik harus bersamaan dengan sehat secara mental yang meliputi merasa puas dengan keadaan dirinya, patuh pada aturan-aturan, mempunyai kontrol diri yang baik. Hal ini disertai sehat secara sosial antara lain mampu membina hubungan keakraban dengan sesama, memiliki tanggung jawab menurut kapasitas yang dimilikinya.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack