A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 6 Jumlah tamu Yang online
Home
Obat Murah Mulai Disosialisasikan di Bandung Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Wednesday, 13 June 2007
Bandung : Indofarma mulai sosialisasi penjualan obat murah seharga Rp 1.000 di Kota Bandung. “Malam ini kami akan bertemu dengan para pengelola apotik, toko obat, dan kelontong,” ujar Direktur Pemasaran Indofarma, Muhammad Munawaroh, di Bandung, Selasa (11/6) sore.

Sosialisasi ini, menurut Munawaroh, merupakan bagian dari program penjualan obat murah oleh pemerintah, setelah Mei lalu pihaknya melakukan sosialisasi serupa di Jakarta.

Obat murah ini ada 12 jenis, dan dinamai sesuai dengan penyakitnya. Mulai dari Obat Batuk dan Flu, Batuk Cair, Batuk Berdahak, Sakit Kepala, Flu, Penurun Panas Anak, Penurun Panas, Asma, Cacing Anak, Tambah Darah, dan Maag. Setiap satu strip/sachet, jumlahnya berbeda. “Jadi mudah diingat dan kita tidak perlu menyebut mereknya,” kata Munawaroh.


Selain itu, ia melanjutkan, berbeda dengan obat generik, di setiap kemasan obat murah ini tercantum cara pemakaian dan kontra indikasinya seperti yang ada di obat bermerek. “Harganya pun sama, dari Aceh sampai Papua,” katanya.

Munawaroh menambahkan, sejak obat ini diluncurkan 8 Mei lalu oleh Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, pihaknya sebenarnya menargetkan pemasaran di Jawa dan Bali. ”Tapi karena permintaan sangat tinggi, akhirnya kami sebarkan di 29 cabang,” ujarnya. Di antara 29 cabang yang sudah disebar antara lain di Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Makassar, Medan, Manado, dan Palembang.

“Khusus di Bandung, dari sekitar 1.200 apotik dan toko obat, 200 di antaranya sudah menyediakan obat murah ini,” katanya.

Munawaroh berharap, dengan sosialisasi ini, masyarakat Bandung dan sekitarnya sudah bisa mendapatkan obat ini di warung atau apotik terdekat dengan harga Rp 1.000. “Kalau ada yang menjual di atas seribu rupiah, jangan mau,” katanya.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack