A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 7 Jumlah tamu Yang online
Home
Ikat Asam, Turunkan Kolesterol Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 08 June 2007
Selain mencegah oksidasi kolesterol jahat, serat oat juga mampu mengikat asam empedu. Berkurangnya zat ini membuat kolesterol darah menurun dan jantung pun terpelihara.

Cerita tentang serat oat yang mampu menurunkan kadar kolesterol sudah dibuktikan lewat penelitian sederhana yang dilakukan oleh Dr. Lanny Lestiani, Sp.Gz(K), MSc., dan Dr. Pauline Endang, MS, dalam program Smart Heart Challenge. Namun, penulis baru yakin betul akan cerita ini ketika suatu saat membuat mi instan campur telur.

Dengan sebuah panci, mi direbus. Setelah selesai, biasanya telur yang ikut direbus bersama mi akan menyisakan kerak di dasar panci. Agak susah menghilangkannya. Setidaknya butuh spons yang agak keras atau pencuci dari bahan serat alumunium.

Ketika panci yang masih berkerak sisa telur itu dipakai untuk memasak oatmeal, penulis terkejut. Sewaktu panci dibersihkan, kerak sisa telur ternyata sudah lenyap. Telur yang menurut para ahli juga mengandung banyak lemak, hilang berkat bubur oat. Pengalaman ini membuat penulis makin yakin dengan peran serat oatmeal dalam menurunkan kolesterol.

LDL Mudah Lekat
Tak heran bila R.E. Kowalski, penulis 8 Weeks Cholesterol Cure, menjelaskan bahwa para peneliti menemukan bahwa oat adalah serat yang perlu dipilih bagi mereka yang ingin menurunkan kadar kolesterol. Oat bran diperoleh dari gandum yang digiling. Hasil penggilingan yang agak besar disebut oat bran. Oat bran mengandung persentase yang cukup tinggi akan serat yang larut dalam air. Selain serat, oat bran juga mengandung protein, karbohidrat, dan vitamin B (thiamin) yang berarti.

Sebagai bahan untuk membentuk hormon-hormon, membran sel, dan empedu, kolesterol memang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi lemak dan kalori tinggi yang sudah terpola sebagai gaya hidup, membuat tubuh kelabakan hingga mesti menyimpan lemak di hampir seluruh bagian tubuh, terutama pembuluh darah. Di dalam darah kolesterol tidak dapat dipecah seperti halnya beberapa zat gizi. Karena itu, butuh lipoprotein sebagai molekul pembawa. Dua tipe pokok lipoprotein adalah low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).

Kolesterol yang berlebihan dalam darah akan mudah melekat pada dinding bagian dalam pembuluh darah. Selanjutnya LDL akan menembus dinding pembuluh darah melalui lapisan sel endotel, masuk ke lapisan dinding pembuluh darah yang lebih dalam, yaitu intima. Makin kecil ukuran LDL atau makin tinggi kepadatannya makin mudah pula LDL menyusup ke dalam intima. LDL ini disebut LDL kecil padat.

LDL yang telah menyusup ke dalam intima akan mengalami oksidasi tahap pertama, sehingga terbentuk LDL teroksidasi. LDL-teroksidasi akan memicu terbentuknya zat yang dapat melekatkan dan menarik monosit (salah satu jenis sel darah putih) menembus lapisan endotel dan masuk ke dalam intima.

Di samping itu LDL-teroksidasi juga menghasilkan zat yang dapat mengubah monosit yang telah masuk ke intima menjadi makrofag. Sementara itu, LDL-teroksidasi akan mengalami oksidasi tahap kedua menjadi LDL teroksidasi sempurna yang dapat mengubah makrofag menjadi sel busa. Sel busa itu akan saling berikatan membentuk gumpalan yang makin lama makin besar dan membentuk benjolan yang mengakibatkan penyempitan lumen pembuluh darah.

Keadaan ini akan semakin memburuk karena LDL teroksidasi sempurna juga merangsang sel-sel otot pada lapisan pembuluh darah yang lebih dalam (media) untuk masuk ke lapisan intima, lalu membelah diri hingga jumlahnya makin banyak.

Ikat Asam Empedu
Serat oat termasuk serat yang larut dalam air. Jenis serat ini mudah difermentasikan oleh bakteri kolon atau Lactobacillus menjadi asam lemak rantai pendek atau short chain fatty acid dan gas (flatus). Asam lemak rantai pendek ini mampu mengikat asam empedu dalam usus. Berkurangnya asam empedu akan memperlambat penyerapan lemak. Ini berarti menurunkan kadar kolesterol darah. Kelebihan asam empedu di pencernaan akan dibuang bersama feses. Untuk memudahkan pengeluaran feses perlu bantuan serat tidak larut air.

Selain mengikat asam empedu, menurut Dr. Lanny, asupan serat juga penting dalam mencegah terjadinya oksidasi LDL dan menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Meski efek menurunkan kadar kolesterol masih lebih kecil persentasenya dibanding obat-obatan sintetik, langkah ini jauh lebih aman. Lagipula serat makanan juga bisa menurunkan kadar trigliserida. James Anerson dari University Kentucky, Amerika Serikat, membuktikan bahwa pemberian 90 gram oatmeal atau kacang-kacangan setiap hari pada penderita kolesterol tinggi mampu menurunkan kolesterol darah hingga 20 persen.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack