A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 2 Jumlah tamu Yang online
Home
Tes Akurat Penguji Kanker Prostat Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 07 June 2007
Sebuah studi terbaru berhasil menemukan cara sederhana namun akurat untuk mengidentifikasi pria yang memiliki risiko terkena kanker prostat, bahkan jika hasil tes biopsi menyatakan negatif.

Tes yang disebut dengan "PSA density" atau kepadatan PSA ini merupakan perbandingan ukuran prostat pria dengan kadar protein kanker, yang disebut prostate-specific antigen.

Pria yang memiliki nilai PSA tinggi, kelak di kemudian hari akan menderita kanker, jika dibandingkan dengan pria yang nilai PSA-nya rendah, bahkan jika kedua kelompok ini telah melakukan tes biopsi dan dinyatakan aman. Demikian hasil penelitian yang dilaporkan dalam konferensi kanker di Florida, AS.

Jika metode tes ini lolos uji para ilmuwan, diharapkan bisa meningkatkan harapan hidup pria dengan kanker kronis dan menghindari pemeriksaan biopsi lanjutan. Kanker prostat merupakan penyakit yang menjadi momok bagi pria usia lanjut. Di AS saja, tercatat 27 ribu pria meninggal karena kanker ini.
Pemeriksaan yang umum dilakukan oleh dokter untuk deteksi kanker adalah biopsi. Sekitar 1 juta pria di AS melakukan tes biopsi setiap tahunnya. Sayangnya, keberhasilan tes biopsi menemukan tanda kanker hanya 20-30 persen. Diduga ini karena sampel kelenjar yang dipakai hanya sedikit. Untuk studi lanjutan, biasanya dokter menyarankan untuk melakukan tes biopsi lagi.

Dalam studi yang dilakukan Dr Mark Garzotto dan rekannya dari Oregon Health & Science University Cancer Institute, ia melakukan tes terhadap 511 pasien yang telah mengikuti tes biopsi dan dinyatakan negatif. Nyatanya 112 orang tetap terkena kanker, 52 di antaranya merupakan tumor ganas dan mematikan.

Garzoto dan rekan-rekannya menemukan bahwa "PSA density" merupakan cara yang paling baik untuk membandingkan antara pria dalam kelompok beresiko tinggi dan kelompok risiko rendah.

Setelah dua tahun melakukan tes, 23 persen pria dalam kelompok risiko tinggi terkena kanker ganas, sedangkan pria dari kelompok risiko rendah hanya empat persen yang menderita kanker. Selang empat tahun, angkanya naik menjadi 36 persen untuk kelompok risiko tinggi, dan hanya sembilan persen untuk kelompok risiko rendah.

Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack