A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Home arrow News arrow Informatika Kedokteran arrow Perkembangan Internasional Informatika Kedokteran
Perkembangan Internasional Informatika Kedokteran Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 29 December 2006
INFORMATIKA KEDOKTERAN
Perkembangan Internasional Informatika Kedokteran

International Medical Informatics Association (IMIA) adalah organisasi non profit tingkat dunia, bergerak dalam bidang Informatika Kedokteran yang di kenal WHO



           Informatika Kedokteran menjadi suatu bidang yang berkembang sangar pesat seiring dengan perkembangan dunia Teknologi Informasi. IMIA atau International Medical Informatics Association merupakan organisasi dunia yang diakui oleh WHO. Berawal dari organisasi International Federation of Information Processing (IFIP) membentuk Komite Teknikal 4 (TC4) yang berfokus pada komputerisasi bidang-bidang yang berhubungan dengan kesehatan (health related computing. Pada tahun 1989, IMIA resmi berdiri (dibawah undang-undang Swis). Saat ini IMIA, selain mempunyai organisasi afiliasi dengan IFIP juga dengan International Federation of Health Records organization dan tentu, WHO.

Keanggotaan IMIA

           Sebagai asosiasi dari kelompok masyarakat , saat ini IM IA mempunyai jenis-jenis keanggotaan seperti keanggotaan (diakses Mei 2004 dari http:/www.imia.org):
1. Institusi Akademik (25 akademik)
2. Institusi Korporat (12 korporat)
3. Kelompok Nasional atau Asosiasi (41 negara)
4. Koresponden (57 orang)

            Selain jenis keanggotaan di atas, IMIA juga mengenal 4 kelompok regional seperti European Federation for medical Informatics (EFMI), Asia Pasific Association for Medical Informatics (APAMI), Helina (African Region) dan Federation of Health Societies in Latin America (IMIA-LAC).

APAMI (Asia Pasific Association for Medical informatics)
APAMI yang didirikan sejak tahun1993, saat ini (APAMI General Assembly, April 2004) memiliki 10 negara (korea, Taiwan, Malaysia, Hongkong, Jepang, Sri langka, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam) dan I observer (Indonesia). Pada pertemuan tersebut, pengurus APAMI yang terlibat adalah :
- Prof. KWak Yun Sik dari Korea selaku presiden APAMI
- Prof Jack Li yu-Chuan dari Taiwan sebagai Vice presiden
- Dr. HM. Goh, Malaysia menjabat sebagai sekretaris dan
- Dr. CP Wong, dari Hongkong sebagai Bendahara

Kegiatan di Indonesia
            Indonesia merupakan Negara yang aktivitas kedokteran informatikanya sering luput dari percaturan di dunia. Meskipun banyak kegiatan dalam bidang ini yang telah dilakukan oleh praktisi-praktisi di Indonesia, tetapi pelaporannya ke organisasi seperti APAMI/IMIA masih sering on-off. Kadang-kadang dilaporkan, kadang-kadang tidak. Oleh karena itu, sampai berita ini diturunkan status Indonesia masih dianggap sebagai pengamat atau observer saja. Dalam pertemuan APAMI di Kuala Lumpur, Penulis menjadi Observer dari Indonesia.
Mudah-mudahan ke depan, Indonesia bias tetap eksis untuk selalu melaporkan aktivitasnya sehingga bias memperoleh dukungan dari APAMI maupun IMIA.

(bagi yang ingin memperoleh CD_ROM hasil kegiatan ini silahkan kontak (dr.Erik Tapan MHA)




Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack