Latest News
 
  Thursday, March 11 2010 Home
 
 
Main Menu
Home
Artikel
Profil
Sekretariat
Downloads
Links
News
FAQs
Search
Polls
Pendapat Anda tentang Situs Kami
 
Who's Online
Saat ini ada 1 tamu Yang online
Syndicate
Flu Babi Serang Warga AS Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 1
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 23 April 2009
Los Angeles - Dua kasus misterius flu babi pada manusia telah ditemukan di wilayah Imperial dan San Diego di Southern California, AS demikian laporan Rabu.
Petugas kesehatan setempat maupun tingkat negara bagian dan federal telah melakukan penyelidikan guna menemukan sumber kasus itu, kata Los Angeles Times yang dikutip kantor berita Xinhua.

Seorang gedis yang berusia 19 tahun di Imperial County dan anak laki yang berusia 10 tahun di San Diego County diidentifikasi terserang virus tersebut.

Namun tak seorang pun perlu dirawat di rumah sakit dan keduanya telah pulih, kata surat kabar tersebut, yang mengutip beberapa pejabat kesehatan.

Kasus itu membuat bingung pejabat kesehatan karena tak seorang pasien pun telah melakukan kontak dengan babi atau satu sama lain, dan rangkaian flu tersebut tak pernah dilihat di Amerika Serikat, kata harian itu.

Beberapa pejabat mengatakan tak ada petunjuk virus tersebut menyebar. "Kita tak menghadapi wabah," kata Dr. Wilma Wooten, pejabat kesehatan di San Diego County.

Anggota keluarga dan orang lain yang mengenal kedua pasien tersebut sedang diwawancarai dan diperiksa, kata surat kabar itu.

Meskipun penyakit tersebut biasanya mengakibatkan gangguan pernafasan pada babi, flu babi jarang menyerang manusia.

Hanya 12 kasus lain infeksi pada manusia telah dideteksi sejak 2005, demikian data dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDCP). Dari ke-12 kasus tersebut, 11 pasien telah melakukan kontak dengan babi.

Gejala penyakit itu meliputi demam, lesu, batuk dan kurang nafsu makan.

Jarang ada catatan mengenai kasus penularan kasus flu babi dari manusia ke manusia, kata CDCP.
 
Selanjutnya >

   
(C) 2010 Info-Dokter.com - Informasi Kesehatan Indonesia
Yayasan Otak Indonesia

Go to top