A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 17 Jumlah tamu Yang online
Home
peran informatika kedokteran gigi Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 1
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Wednesday, 06 December 2006
PERAN INFORMATIKA KEDOKTERAN GIGI DALAM MENUNJANG
PROFESIONALISME DOKTER GIGI DI MASA MENDATANG

THE DENTAL INFORMATICS AND THE FUTURE OF DENTAL PROFESIONALISM

Paulus Januar
Laboratorium Kesehatan Gigi Masyarakat FKG UPDM(B)


ABSTRACT
The current information technology effects everyday life. Dental informatics refers to the use of information technology that may be applied to all aspects of dentistry. But nowadays most dental practitioners still use the computer technology for administrative purposes only, despite the fact that information technology can dramatically change the delivery of oral health cares. The information technology is used in developing new clinical procedures, digital imaging, and other applied technologies in communication such as e-mail, internet, teledentistry, telerobotics, ancillary clinical decision making programs, dental education programs, and dental research. The potential benefits of dental informatics are wide ranging and will accrue to patients and practitioners.


Improving the dental health is the main aim of all dental services. In advancing the dental professionalism, therefore the dental practitioners should be able to use information technology, and it is imperative to underscore the importance of developing the disciplines of dental informatics.

Key words: dental informatics, information technology, dental profesionalism


ABSTRAK

          Perkembangan mutahir teknologi informasi mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Informatika kedokteran gigi merupakan penerapan teknologi informasi pada kedokteran gigi. Saat ini sebagian besar dokter gigi masih menggunakan teknologi komputer hanya untuk kegiatan adminstrasi saja, padahal teknologi informasi dapat merubah seluruh pelayanan kesehatan gigi yang dijalankan. Teknologi informasi dapat digunakan untuk mengembangkan prosedur klinis, pencitraan digital, serta penerapan teknologi lainnya di bidang komunikasi seperti surat elektronik (e-mail), internet, kedokteran gigi jarak jauh (teledentistry), robot jarak jauh (telerobotic), serta membantu dalam pengambilan keputusan, pendidikan kesehatan gigi, serta penelitian di bidang kedokteran gigi. Potensi manfaat teknologi informasi sangat luas dan sangat menguntungkan bagi dokter gigi maupun pasien. Peningkatan taraf kesehatan gigi merupakan tujuan dari pelayanan kesehatan gigi. Dengan demikian untuk mengembangkan profesionalisme di bidang kedokteran gigi, maka para dokter gigi harus menguasai teknologi informasi, serta perlu disadari pentingnya mengembangkan informatika kedokteran gigi.

Kata kunci: informatika kedokteran gigi, teknologi informasi, profesionalisme kedokteran gigi

PENDAHULUAN
           Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung secara pesat telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Berkembang informatika kedokteran gigi (dental informatics) yang merupakan penerapan teknologi informasi dalam kedokteran gigi. Dengan pemanfaatan teknologi informasi maka berbagai proses dan prosedur dalam kedokteran gigi menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Teknologi informasi dalam kedokteran gigi bukan lagi sesuatu yang sulit serta juga bukan barang mewah lagi. Pada makalah ini akan dibahas mengenai informatika kedokteran gigi serta prospek pengembangannya di masa mendatang dalam rangka menunjang kemajuan profesi kedokteran gigi.

INFORMATIKA KEDOKTERAN GIGI
          Kini informatika kedokteran gigi semakin meluas penggunaannya dalam menjalankan profesi kedokteran gigi. Informatika kedokteran gigi adalah penerapan teknologi informasi untuk mengumpulkan, mengklasifikasi, menyimpan, menyajikan, dan menyebarkan informasi di bidang kedokteran gigi. Sedangkan teknologi informasi merupakan cabang dari teknologi yang memperkembangkan pengelolaan informasi dalam bentuk data numerik, teks, gambar, dan suara. 1,2
          Sebenarnya informatika kedokteran gigi merupakan cabang kedokteran gigi yang relatif muda karena baru dikembangkan sejak tahun 1960-an, bersamaan dengan berkembangnya informatika kedokteran. Umumnya pengembangan informatika kedokteran gigi dilakukan oleh tenaga kesehatan gigi yang juga menguasai ilmu informatika, atau oleh tenaga kesehatan gigi yang bekerja sama dengan ahli informatika. Informatika kedokteran gigi mulai berkembang sejak komputer digunakan untuk menjalankan aplikasi pada praktik, penelitian, dan pendidikan kedokteran gigi. Kemudian dengan semakin berkembangnya teknologi informatika komputer, kini telah terdapat berbagai perangkat lunak, perangkat keras, dan prasarana pendukung lainnya di bidang informatika kedokteran gigi. 1,2,3,4
          Dalam perkembangan lebih lanjut, penerapan teknologi informasi dalam bidang kedokteran bukan lagi untuk melengkapi upaya pelayanan kesehatan, namun lebih jauh lagi juga telah merubah sosok pelayanan kesehatan itu sendiri.5 Saat ini, termasuk di Indonesia, sudah berkembang apa yang disebut sebagai rumah sakit nirkertas (paperless hospital) dalam mana berbagai proses utama seperti pembuatan rekam medis, resep obat, rincian pembiayaan, pembuatan laporan, dsb. tidak lagi di atas kertas melainkan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi informasi. Belum lagi peralatan canggih maupun kemudahan dalam menjalankan profesi kedokteran gigi karena penerapan teknologi informasi dalam bidang kedokteran gigi.
          Saat ini informatika kedokteran gigi menyangkut berbagai pemangku kepentingan (stake holder) di bidang kedokteran gigi seperti para praktisi, peneliti, pendidik, mahasiswa, dan pasien. Sedang dalam pemanfaatan informatika kedokteran gigi berbagai bidang juga dicakup seperti data kesehatan gigi, sistem epidemiologi, penelitian, dan pengambilan keputusan dalam kebijakan mengenai kesehatan gigi.4,6,7,8

PENGGUNAAN INFORMATIKA KEDOKTERAN GIGI
           Dewasa ini dapat dikatakan hampir seluruh proses kegiatan dokter gigi dijalankan dengan memanfaatkan informatika kedokteran gigi yang merupakan penggunaan teknologi informasi dalam menjalankan profesi dokter gigi. Penggunaan informatika kedokteran gigi antara lain pada:3,4,6,7,8
Penyimpanan, klasifikasi, dan analisis data misalnya data tentang kunjungan pasien, diagnosis, perawatan yang dijalankan, personalia klinik, dsb.
Sarana telekomunikasi untuk menyampaikan berita dan informasi misalnya melalui e-mail, milis (mailing list), ruang percakapan (chat room), situs web, blog, dsb.
           Pencarian informasi ilmiah misalnya melalui pelayanan situs MEDLINE dan MEDLAR pada internet dapat diakses jutaan literatur, laporan, tulisan mengenai kedokteran dan kedokteran gigi.
Mendukung adminstrasi/manajemen pelayanan kesehatan gigi misalnya tentang perjanjian kunjungan pasien, ketersediaan bahan, tagihan pembayaran, pembukuan keuangan klinik, dsb
Mendukung pendidikan kesehatan gigi untuk menggambarkan dan menjelaskan mengenai kondisi kesehatan gigi, proses perawatan, hasil perawatan, konsekuensi perawatan, dsb.
Memberikan informasi kesehatan gigi pada masyarakat sehingga bukan hanya semakin memahami namun juga membantu dalam penyadaran maupun pengambilan keputusan mengenai kesehatan giginya.
Mendukung penelitian di bidang kesehatan gigi bukan hanya dalam menghimpun, klasifikasi, pengolahan dan analisis data, namun juga dengan teknologi komunikasi dapat dilakukan penelitian kolaborasi dari beberapa peneliti yang berada di berbagai tempat yang terpisah (shared computer based model) hingga dapat terbentuk pusat penelitian tanpa dinding (research centers without walls).
Mendukung proses klinis dalam pelayanan kedokteran gigi seperti:
o Computer-Assisted Dental Diagnosis program untuk diagnosis dan perencanaan perawatan gigi
o Program Cariogram untuk menentukan besarnya kemungkinan berbagai faktor risiko dapat    menimbulkan karies gigi
o Program CALAY, CEREC, dan CDROM Analysis System digunakan untuk mempersiapkan inlai, onlay,    dan restorasi lainnya hingga tidak lagi perlu pengerjaan di laboratorium
o Endodontic apex locator untuk mencari lokasi apeks gigi.
o Radio Visiography (RVG) perangkat lunak untuk melakukan analisis sepalometrik secara tepat dalam    waktu yang singkat.
o Teledentistry menyampaikan informasi tentang pasien maupun perencanaan instruksi perawatannya    dari tempat yang berbeda.
o Telerobotic untuk melakukan proses perawatan gigi berdasarkan instruksi yang diberikan.

PENGEMBANGAN INFORMATIKA KEDOKTERAN GIGI
            Dalam rangka menyongsong pengembangan informatika kedokteran gigi dibutuhkan perencanaan yang terarah dan berkesinambungan untuk terciptanya suatu informatika kedokteran yang terpadu. Dalam hal ini pengembangan bukan hanya dalam aspek teknologi saja, tetapi juga dalam pembuatan suatu sistem informatika kedokteran gigi (dental informatics system). Perencanaan pengembangan sistem informatika kedokteran gigi kini dan di masa mendatang meliputi antara lain:1,4,7,9
            Pengembangan ilmu dan teknologi informasi dan penerapannya dalam kedokteran gigi
Standarisasi untuk komunikasi dan membangun jaringan maupun dalam hal materi kedokteran gigi
Organisasi untuk memperkembangkan informatika kedokteran gigi sebagai suatu cabang dari profesi kedokteran gigi
Pengamanan informatika kedokteran gigi agar data yang terdapat tidak disalahgunakan serta kerahasiaannya tetap terjamin (security and privacy)
Aspek hukum informatika kedokteran gigi

PENDIDIKAN INFORMATIKA KEDOKTERAN GIGI
             Informatika kedokteran gigi semakin hari akan menjadi semakin penting dalam menjalankan profesi kedokteran gigi. Pemanfaatan teknologi informasi akan menjadi suatu keniscayaan dalam menjalankan profesi kedokteran gigi. Di masa mendatang, seorang dokter gigi harus menguasai teknologi informasi dan memahami informatika kedokteran gigi. Dengan demikian kenyataan ini perlu diantisipasi dalam pendidikan bagi calon dokter gigi maupun pada pendidikan profesional berkelanjutan bagi para dokter gigi. Peranan lembaga pendidikan kedokteran gigi untuk mengembangkan kemampuan di bidang informatika kedokteran gigi bagi para dokter gigi meliputi:1,10
           Pengembangan departemen/laboratorium atau bagian yang menangani informatika kedokteran gigi
Terdapatnya tenaga pakar di bidang informatika kedokteran gigi untuk melakukan pendidikan, penelitian, dan pengembangan
Tersedianya sarana perangkat keras maupun perangkat lunak informatika kedokteran gigi
Pengembangan kurikulum pendidikan informatika kedokteran gigi.

KESIMPULAN
1. Informatika kedokteran gigi merupakan penerapan perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi     informasi di bidang kedokteran gigi
2. Informatika kedokteran gigi besar perannya dalam menunjang praktik, adminsitrasi, penelitian, dan     pendidikan di bidang kedokteran gigi
3. Pengembangan informatika kedokteran gigi mencakup peningkatan dalam ilmu dan teknologi informasi,     standarisasi, organisasi, pengamanan, dan aspek hukum.
4. Dalam rangka pendidikan untuk penguasaan informatika kedokteran gigi bagi para dokter gigi     diperlukan pengembangan departemen/laboratorium/bagian informatika kedokteran gigi, tersedianya     pakar, sarana, serta kurikulum pendidikannya.



DAFTAR PUSTAKA :

1. Schleyer, T.K., 2003. Dental Informatics: A Work In Progress. Adv. Dent. Res. 17: 9-15, December     2003

2. Steinberg, A.D., 2005. Introduction to Dental Informatics. University of Illinois at Chicago - College of     Dentistry. Available at: http://www.uic.edu/classes/dadm396/lect1-intro05/introStart1--04.html <http:/     /www.uic.edu/classes/dadm396/lect1-intro05/introStart1--04.html> accessed June, 20, 2006

3. Lorence, D., Park, H., 2006. Web-Based Consumer Health Information: Public Access, Digital Division,     and Remainders. Medscape General Medicine. 2006;8(2):4.

4. AbouZahri, Boerman, T., 2005. Health Information System: The Foundation of Public Health. Bulletin of     the World Health Organization, August 2005, 83 (8)

5. Eysenbach G., 2006. The Open Access Advantage. J Med Internet Res 2006;8(2):e8

6. Frank, M., 2006. Access to The Scientific literature - A Difficult Balance. N. Engl. J. Med 354; April 13,     2006

7. Valentic-Peruzovic, M., Illes, D., Alajbeg, I., Pelivan, I., 2004. Teledentistry - On Line Multimedia in     Dentistry. School Of dental Medicine, University of Zagreb.

8. Zarkadas, D., 2002.Technology: Why on earth would you need a Website? Dental Practice     Management, fall 2002

9. Muparapu, M., 2006. Comtemporary, Emerging, and Ratified Wireless Security Standards: an Update     for the Networked Dental Office. The Journal of Contemporary Dental Practice, Vol. 7 No. 1, February     15, 2006

10. Sittig, D.F., Kirshner, M., and Maupome, G., 2003. Grand Chalengges in Dental Informatics. Adv Dent       Res 17: 16-19, December 2003


Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack