|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 13 November 2008 |
|
Jakarta : Bagi banyak orang, hidup dimulai pada usia 40. Padahal, secara medis, pada usia itulah fungsi otak mulai menurun. Begitulah hasil penelitian tim ahli saraf dari Universitas California, Los Angeles, Amerika, yang dilansir jurnal Neurobiology of Aging, pekan lalu.
Studi ini melibatkan 72 pria sehat (berusia 23-80 tahun) dalam sebuah uji sederhana: secepat apa mereka bisa mengetukkan jari telunjuk dalam 10 detik. Ternyata mereka yang berusia 40 tahun ke atas, bahkan yang kondisi fisiknya sangat sehat, kemampuan otaknya melemah untuk memerintahkan otot melakukan sesuatu. Jadi, otak tak seencer sebelumnya untuk memberikan komando.
Pada usia 40 tahun, myelin—selubung yang berfungsi mempercepat koneksi antarsel saraf—mulai melemah. Ia tak lagi bisa memberikan perintah dengan cepat ke organ-organ untuk melakukan gerakan cepat—baik menggiring bola maupun mengetukkan telunjuk. Jika diibaratkan otak adalah Internet, myelin adalah bandwidth yang menentukan kecepatan berpikir. Hal ini menjelaskan mengapa sangat sulit menjadi atlet kelas dunia sesudah usia 40.
Bagaimana cara mengatasi penurunan fungsi otak? Sederhana saja: tetaplah aktif secara fisik dan mental. Kedua hal itu mampu merangsang perbaikan myelin. Lalu, hindari stres, karena bisa merusak myelin. Selain itu, konsumsilah makanan yang mengandung lemak omega-3, yang baik menjaga kesehatan otak./Majalah Tempo |