|
Kematian Ibu Anak di Aceh Masih Tinggi |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Wednesday, 12 November 2008 |
|
LHOKSEUMAWE, SELASA - Angka kematian ibu dan anak di Aceh sepanjang tahun 2007 mencapai 180 kasus atau berada di urutan 18 dari 33 provinsi di Indonesia.
Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, TM Thaib usai menghadiri acara wisuda Akademi Kesehatan (Akkes) Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa. Padahal, katanya, untuk mengurangi jumlah kematian ibu-anak, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sudah mengirim bidan hingga ke desa-desa terpencil, sehingga seharusnya angka kematian ibu dan ibu lebih rendah.
Ia mengingatkan bidan harus berada 24 jam di desa karena pemerintah sudah menyediakan tempat tinggal dan fasilitas lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara M Hasan M Kes mengakui, masih ada beberapa Puskesmas yang belum mampu menjalankan tugas secara optimal, seperti Puskesmas Sawang, Nisam Dewantara, Gereudong Pase dan lainnya. Di antara Puskesmas tersebut ada yang tidak buka pada hari Minggu sehingga menyulitkan masyarakat yang hendak berobat.
"Kami sudah panggil kepala Puskesmas yang tidak buka pada hari Minggu," ujar Hasan.
Seorang warga Sawang mengatakan, Puskesmas kecamatannya justru tutup setiap hari Ahad, padahal Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas rawat inap.
"Seharusnya Puskesmas rawat inap bisa melayani pasien 24 jam. Tapi di Sawang tidak demikian, justru hari Minggu tutup, sehingga masyarakat yang hendak minta pelayanan kewalahan," kata Ibrahim, salah seorang warga Sawang./Antara |