|
BOGOR : Fakoemulsifikasi atau teknik operasi katarak paling mutakhir dengan menggunakan mesin fako atau laser dinilai sebagai teknik operasi yang aman, murah dan cepat pulih.
Spesialis mata RS PMI Bogor, dr Indira Silviandari SpM di sela-sela seminar bertajuk "Apakah Anda Peduli Dengan Diabetes, Katarak, Stroke dan Osteoporosis?" di Bogor, Sabtu (8/11), mengatakan, pada teknik ini lensa diemulsifikasi atau dihancurkan di dalam kantung lensa, kemudian diambil melalui luka yang sangat kecil.
"Operasi ini menggunakan alat bantu operasi seperti mikroskop, kamera dan mesin phaco. Untuk anastesi dapat digunakan lokal anastesi," kata Indira Silviandari.
Indira mengatakan bahwa keuntungan operasi dengan teknik ini adalah waktu pemulihan cepat dan penglihatan kembali tajam. Luka yang ditimbulkan akibat operasi pun sangat kecil sehingga waktu kesembuhan menjadi lebih cepat. Astigmatisma sesudah operasi minim, koreksi virus lebih cepat dan komplikasi lebih kecil.
"Karena itu, pasien tidak membutuhkan rawat inap (one day care) dan hemat biaya," ujarnya. Indira mengatakan, prinsip terapi katarak memang harus dengan operasi untuk mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa tanam atau lensa intra okuler.
"Operasi fakoemulsifikasi adalah ekstraksi katarak dengan menggunakan getaran ultrasonik melalui sayatan yang sangat kecil," kata perempuan pemilik hobi jalan-jalan itu.
Katarak dini hanya dapat dilihat dengan menggunakan alat Slit Lamp yang biasa digunakan oleh dokter spesialis mata. Pada umumnya dokter spesialis mata akan menggunakan berbagai alat untuk menentukan jenis, kekeruhan dan letak dari kekeruhan lensa serta membedakannya dari penyakit yang lain yang mempunyai gejala yang mirip dengan katarak.
"Dengan mendiagnosa dini, maka katarak dapat dipantau apakah berlanjut atau akan menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan kebutaan," kata Indira.
Ia menambahkan, gejala gangguan penglihatan pada penderita katarak tergantung dari letak kekeruhan lensa mata. Bila kekeruhan terdapat di bagian pinggir lensa, maka penderita tak akan merasakan adanya gangguan penglihatan. Akan tetapi, bila kekeruhan terdapat di bagian tengah lensa, maka tajam penglihatan akan terganggu.
"Gejala katarak dapat diawali dengan adanya penglihatan ganda, peka terhadap cahaya dan kesilauan yang menyebabkan penglihatan di malam hari lebih nyaman daripada siang hari," paparnya.
Menurut Indira, ada empat jenis katarak yang dapat menyerang manusia, yakni katarak traumatik, katarak kongenital, katarak senilis dan katarak komplikata.
Katarak yang paling sering dijumpai adalah jenis katarak senilis yang disebabkan oleh faktor usia. Sebanyak 50 persen dari populasi akan terkena katarak pada umur antara 65 hingga 75 tahun dan 70 persen terkena setelah umur pasien lebih dari 75 tahun.
"Penyebab katarak ini adalah proses penuaan alamiah," katanya. Katarak juga tak hanya terjadi pada orang tua, tapi juga dialami oleh anak-anak yang disebut katarak kongenital. Biasanya terjadi akibat adanya infeksi pada saat ibu hamil. Selain itu juga akibat gangguan kehamilan, metabolisme, kelainan pembentukan mata, kromosom, trauma, penyakit sistemik dan kelainan herediter./Ant |