|
YOGYAKARTA, KAMIS - Sekitar 100 mahasiswa fakultas ilmu kesehatan dari berbagai perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ikut kompetisi down load jurnal kesehatan yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta, Kamis.
"Ini kompetisi yang pertama diselenggarakan di Indonesia, dan berlangsung 24 jam sejak Rabu (20/8). Kegiatan ini didukung PT Acer Indonesia," kata ketua panitia Acer Cyber Medical, Dite Bayu Nugroho. Ia mengatakan, dalam kompetisi yang diselenggarakan bertepatan dengan peluncuran Situs Web Cyber Med Fakultas Kedokteran UGM ini, peserta diharuskan mencari dan mengunduh materi kedokteran sesuai tema yang telah ditentukan panitia. Materi itu kemudian dirangkum dan diunduh kembali ke situs web cyber med.
Menurut dia, kompetisi down load jurnal kesehatan sekaligus peluncuran situs web tersebut merupakan bagian dari komitmen UGM untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam dunia pendidikan di Indonesia. "Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya materi ajar yang tersedia di internet, dan semakin mendorong insan pendidikan di Indonesia untuk terus menggunakan internet dalam keseharian," katanya. Kata dia, materi yang dianggap memenuhi standar Fakultas Kedokteran UGM akan ditampilkan dalam situs web tersebut, sehingga dapat dimanfaatkan para pengguna internet khususnya mahasiswa ilmu kesehatan di Indonesia dalam mendapatkan materi ajar melalui internet. "Kompetisi ini tercatat oleh MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) sebagai rekor ’down load’ terlama di Indonesia yaitu 24 jam," katanya. Sementara itu, Head of Marketing Communication Departement PT Acer Indonesia, Helmy Anam mengatakan pihaknya senang dan bangga dapat mendukung kegiatan tersebut. "Antusiasme yang ditunjukkan UGM sebagai penyelenggara dan para peserta, mencerminkan Indonesia sudah sangat menyadari pentingnya e-learning bagi sistem pendidikan kita," katanya. Kata dia, sebagai sebuah perusahaan komputer yang komitmen mendukung kemajuan pendidikan, PT Acer secara konsisten bekerjasama dengan berbagai pihak memanfaatkan kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi guna mengatasi berbagai tantangan di dunia pendidikan.
"Juga untuk mengatasi tantangan luasnya wilayah geografis Indonesia sehingga mempersulit pemerataan penerapan sistem pendidikan tradisional di seluruh daerah," katanya. Ia mengatakan pihaknya percaya teknologi informasi dan komunikasi berpotensi untuk mengatasi rintangan itu melalui penerapan e-learning di dunia pendidikan di Indonesia. "Kami menanti semua pelajar dan mahasiswa di Indonesia dapat menikmati manfaat e-learning semaksimal mungkin, dan menjadi tulang punggung bagi daya saing negara ini di dunia internasional di masa depan," katanya./Antara |