A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 10 Jumlah tamu Yang online
Home
Gejala Umum Stroke Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Monday, 29 October 2007
Stroke biasa disebut si pembunuh diam-diam. Penyakit ini menjadi pembunuh nomor tiga di Indonesia setelah jantung dan kanker.

Menurut dr Salim Harris, konsultan pembuluh darah otak FKUI, sebagian besar kasus stroke memang terjadi dengan sangat cepat. Serangannya mendadak dan bisa menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit. Dalam hitungan jam sampai 1-2 hari, stroke bisa bertambah parah akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati.



Meski sebagian kasus stroke tidak menimbulkan gejala, secara umum gejala stroke dapat diamati. Gejala itu antara lain hilangnya keseimbangan, pingsan, tidak mampu mengenali bagian tubuh, ada pergerakan yang tidak biasa, penglihatan ganda, hilangnya sebagian penglihatan dan pendengaran, bicara tidak jelas, dan kelemahan atau kelumpuhan salah satu sisi tubuh.

Pengentalan darah

Stroke sering kali dikaitkan dengan pengentalan darah. Menurut Salim Harris, pengentalan darah biasa terjadi pada orang lanjut usia. Namun, akibat pola makan yang tidak sehat, pengentalan darah bisa terjadi pada usia muda.

Salim menjelaskan, darah kental terjadi karena zat yang terlarut dalam cairan darah jumlahnya meningkat. Tubuh terdiri atas komponen air dan komponen sel darah. Jika jumlah sel darah meningkat, darah juga bisa mengalami pengentalan.

Penyebab lain pengentalan darah, antara lain, adalah kekurangan cairan, pola makan yang tidak sehat, misalnya banyak mengonsumsi makanan berlemak atau bisa juga karena menderita kelainan darah.

Seseorang yang malas minum berisiko mengalami pengentalan darah. Normalnya seseorang harus mengonsumsi dua liter atau delapan gelas air sehari. Air itu digunakan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang lewat keringat, air seni, dan buang air besar. Jika pasokan air kurang, tubuh akan menyeimbangkan diri dengan "menyedot" cairan dari organ tubuh yang ada, termasuk dari cairan darah.

Pengentalan darah yang terjadi akibat kurang minum itu membuat aliran darah menjadi berat. Akibatnya, pasokan oksigen ke otak berkurang. Hal ini merupakan awal terjadinya stroke.

Untuk mencegah terjadinya pengentalan darah, sebaiknya minum air minimal dua liter per hari, olahraga cukup, dan mengonsumsi makanan banyak serat untuk membantu mengikat dan membuang kolesterol.

Istirahat yang cukup bisa menurunkan pengentalan darah akibat stres. Stres bisa memicu pengentalan darah karena tubuh membakar lemak dalam tubuh tanpa disertai peningkatan high density lipoprotein (HDL/kolesterol baik) yang berfungsi membuang lemak.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack