A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 9 Jumlah tamu Yang online
Home
Probiotik Atasi Diare, Cegah Sembelit Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Wednesday, 26 September 2007
Penyakit diare masih sangat sering dijumpai di Indonesia, penderitanya terutama anak-anak. Selain karena makanan yang kurang higienis diare juga disebabkan oleh pencemaran lingkungan, akibatnya kesimbangan flora usus terganggu. Untuk mengatasinya, konsumsi probiotik dan hindari antibiotik yang justru membuat bakteri jahat meningkat.

Probiotik merupakan bakteri baik yang memberi dampak positif bagi kesehatan, yang termasuk dalam jenis ini adalah Bifidobacterium, Eubacterium dan Lactobacillus. Bakteri baik ini bersama-sama dengan bakteri jahat (Clostridium, Shigella, dan Veillonella) menghuni usus dan hidup dalam keseimbangan.

Jika keseimbangan usus terganggu, maka jumlah bakteri jahat meningkat dan mengeluarkan racun yang bisa menyebabkan diare serta mengeluarkan enzim yang mendorong terbentuknya senyawa karsinogenik (penyebab kanker) dalam saluran pencernaan. Sedangkan jumlah bakteri baik yang tinggi akan menghasilkan antibiotika alami yang membantu keutuhan lapisan usus serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Penelitian mengenai keterkaitan antara probiotik dan kesehatan baru dipahami setelah diketahui bahwa kolostrum yang terdapat dalam ASI bertanggung jawab terhadap populasi mikroflora dalam usus bayi. Itu sebabnya bayi yang mendapat ASI tubuhnya lebih tahan terhadap berbagai penyakit dibanding bayi yang minum susu formula.

Menurut Prof.Agus Firmansyah, SpA, dari bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, susu fermentasi diketahui mengandung bakteri asam laktat yang mampu memproduksi anti kuman, menjinakkan kuman beracun, serta membantu memperbaiki dinding usus. Menurut Agus, pemberian probiotik pada penderita diare akan memulihkan kondisi usus

"Pemberian antibiotik untuk mengatasi diare justru akan memperburuk komposisi bakteri usus, apalagi diare termasuk penyakit yang bisa sembuh sendiri, jadi tidak perlu diberi antibiotik, " katanya dalam sebuah seminar tentang probiotik di Jakarta, beberapa waktu lalu. Antibiotik hanya diberikan pada kasus diare yang disebabkan karena disentri atau kolera.

Berbagai penelitian memang telah membuktikan makanan probiotik efektif untuk menangani berbagai penyakit yang terkait dengan pencernaan, seperti tukak lambung, diare, alergi makanan, kanker saluran pencernaan, juga sembelit.

Makanan probiotik kini juga tidak hanya terbatas pada produk olahan susu, tetapi juga berkembang hingga ke produk makanan baru, seperti fermentasi sereal, makanan formula bayi, jus buah, dan berbagai makanan yang bersifat menanggulangi penyakit. Meski begitu, Agus menyarankan agar konsumsi probiotik pada bayi sebaiknya baru dimulai setelah bayi berusia satu tahun.

 


Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack