A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Home arrow Artikel arrow Penduduk Indonesia Rentan Osteoporosis
Penduduk Indonesia Rentan Osteoporosis Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 24 August 2007
JAKARTA--MIOL: Dari sekitar 18,4 juta populasi penduduk usia lanjut (data 2005) di Indonesia, diperkirakan 19,7% dari populasi tersebut menderita penyakit rapuh tulang (osteoporosis).

Ketua Umum Persatuan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Alwiesma I.A. Rachman mengatakan walau kampanye pencegahan dan penanganan osteoporosis telah lama dilakukan, namun kesadaran masyarakat guna melakukan pencegahan seperti deteksi dini masih sangat rendah.

"Kabar baik bahwa osteoporosis dapat dicegah dan diobati harus segera disebarluaskan. Gaya hidup, pola makan dan aktivitas fisik merupakan kunci utama melawan rapuh tulang," tandas Aiwiesma di sela acara diskusi "Osteoporosis Turunkan Produktivitas Bangsa" di Jakarta, Selasa (21/8).
Ketua Konggres Wanita Indonesia (Kowani) Linda Agum Gumelar menambahkan, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, meminum minuman keras, kurang vitamin B dan kalsium serta kurangnya kulit wanita Indonesia terpapar sinar matahari karena takut hitam, menjadi pemicu utama banyaknya kasus osteoporosis.

"Kasus osteoporosis banyak terjadi pada wanita, pasalnya bila ibu melahirkan dan menyusui, bila si ibu kurang kalsium, maka bayi akan mengambil kalsium dari tulang ibunya. Akibatnya tulang jadi keropos, yang berdampak tulang mudah patah. Kalau sudah patah tentu ini akan menjadi beban ekonomi keluarga," tandasnya.

Dari sisi medis, Prof Ichramsjah A. Rachman, pakar osteoporosis yang juga ketua umum Perkumpulan Osteoporosis Indonesia (Perosi), memaparkan data dunia menyebutkan satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria beresiko terkena osteoporosis.

Ia menandaskan masalah rapuh tulang perlu lebih diwaspadai, pasalnya data Depkes 2005 menunjukan, usia harapan hidup orang Indonesia meningkat dari 64,71 tahun 1995 hingga 2000, meningkat menjadi 67,68 tahun pada 2000 hingga 2005.

"Orang lanjut usia merupakan sasaran paling rapuh untuk terkena osteoporosis. Ketika wanita mencapai usia 80 tahun, ia mengalami risiko 40% mengalami satu atau lebih patah tulang belakang."

Menurutnya, patah tulang belakang adalah kasus akibat osteoporosis adalah yang paling umum. Diperkirakan hanya sepertiga kasus patah tulang belakang yang mendapatkan pelayanan klinis. Hampir satu dari lima wanita di atas usia 50 tahun mengalami satu atau dua kali patah tulang.

Menteri Pemberdayaan Perempuan Meuthia Hatta Swasono mendesak agar akses kesehatan bagi wanita sama dengan pria.

"Banyak wanita kurang mengetahui masalah ketidaktahuan kesehatan tubuhnya, karena kurangnya akses informasi. Padahal hal itu dapat mencegah penyakit rapuh tulang ini," katanya.

Menurutnya, osteoporosis dapat menyebabkan menurunnya kualitas SDM dan menjadi beban ekonomi. Jika osteoporosis mencapai tahap lanjut, maka patah tulang tidak saja mempengaruhi efektivitas sehari-hari pasien dan kejiwaanya, tetapi juga menjadi beban biaya kesehatan.

Sebuah studi di AS menunjukkan bahwa biaya pengobatan patah tulang akibat osteoporosis di dunia diperkirakan akan mencapai US$131,5 miliar pada 2050.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack