|
Obat Palsu Tidak Ditemukan di Sumsel |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 06 August 2007 |
|
PALEMBANG (SINDO) – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang belum menemukan adanya peredaran obat-obat palsu dengan merek terkenal yang ditemukan di wilayah Sumsel.
Menurut Kepala Kantor BPOM I Made Kawi Suyudana, dalam beberapa kali operasi pihaknya hanya berhasil menyita beberapa jenis panganan seperti permen merek White Rabbit dan Kiamboy serta pasta gigi merek Maxamproduksi China. “Kami belum menemukan adanya peredaran obat palsu tersebut di Sumsel. Hanya sebatas beberapa obat yang tidak terdaftar saja,” ujar Made Kawi, kemarin. Senada dengan I Made Kawi, Penyidik di BPOM Palembang Nirwana juga mengatakan, tahun ini pihaknya belum menemukan adanya indikasi peredaran obat palsu tersebut masuk ke Sumsel.
Hanya saja, beberapa waktu lalu pihaknya menemukan dan menyita beberapa obat tradisional palsu produksi Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) yang mengandung bahan kimia berbahaya yang marak beredar di Sumsel. Menurut dia, peredaran obat tradisional mengandung bahan berbahaya tersebut disinyalir masuk ke wilayah Sumsel melalui jalan darat atau dibawa sendiri menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) oleh distributornya. ”Kami akan terus melakukan operasi terhadap sejumlah makanan dan pasta gigi yang dilarang beredar karena mengandung formalin,” ujar dia.
Nirwana menambahkan, meskipun belum ditemukan adanya indikasi peredaran obat palsu di Sumsel untuk tahun ini, pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya berhasil menemukan beberapa jenis obat palsu yang beredar di pasaran di Sumsel. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumsel Syahrul Muhammad mengatakan, adanya dugaan peredaran obat palsu di wilayah Sumsel ini,pihaknya belum melakukan penelitian dan belum juga melakukan operasi di lapangan.
Karena, untuk melakukan operasi tersebut pihaknya hanya sebagai pendukung saja,sedangkan sebagai leader adalah pihak BPOM dan kepolisian. ”Kalau diminta Dinkes sebagai bagian dari tim pengawasan obat-obatan tersebut tentu bersedia.Namun, kami sifatnya hanya mem-back up. Sebagai penggeraknya tentu saja BPOM dan Kepolisian,”ujarnya. Direktur (Dir) Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Nugroho Aji Wijayanto mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan BPOM telah menggelar beberapa operasi untuk menekan angka peredaran obat palsu di wilayah Sumsel.
Dari operasi yang digelar bersama BPOM telah beberapa kali ditemukan adanya peredaran obat palsu di wilayah Sumsel. ”Untuk obat palsu, itu sudah ada hasil temuannya di BPOM. Kami juga kan terlibat beberapa kali operasi yang digelar BPOM, tapi untuk data hasil temuan yang pasti ada di BPOM,” terang Nugroho. |
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|