A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 18 Jumlah tamu Yang online
Home
Tekan Harga Obat dengan Efisiensi Administrasi Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 20 July 2007
Di Indonesia, harga obat cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Padahal harga obat sebenarnya bisa ditekan melalui efisiensi komponen administrasi, sedangkan efesiensi pada komponen produksi akan beresiko terhadap upaya pengendalian mutu.

Demikian menurut Kepala Pusat Studi Farmakalogi Klinik dan Kebijakan Obat Universitas Gajah Mada, Dr Sri Suryawati. "Harga bahan baku juga dapat ditekan dengan menggunakan solusi subsidi dari pemerintah," katanya. Meski begitu, menurutnya subsidi itu sangat tergantung pada kemampuan pemerintah dalam segi finansial, sehingga sebaiknya obat yang disubsisi adalah obat yang esensial saja.

Dalam penjelasannya, harga obat ditentukan oleh beberapa komponen seperti produksi, administrasi, promosi dan komponen distribusi. Komponen produksi berupa harga bahan baku, biaya proses pembuatan, pelabelan, pengemasan dan pengendalian mutu biasanya lebih transparan dibanding komponen harga lain. Sedangkan komponen administrasi seperti biaya pendaftaran obat dan komponen promosi tidak diketahui masyarakat banyak, padahal bisa mencapai 80 persen dari harga obat yang dipasarkan.

Lebih lanjut Suryawati mengatakan bahwa untuk mengevaluasi harga obat apakah tergolong mahal atau tidak, antara lain dapat dilakukan dengan cara membandingkan harga di dalam negeri dengan harga indeks internasional atau International Price Index (IPI), dan membandingkan komponen harga obat dalam negeri dengan luar negeri.

IPI adalah harga yang diperoleh suplier terbesar di dunia, dan karena membeli dalam jumlah besar, mereka mendapatkan harga yang murah sehingga digunakan sebagai acuan oleh banyak negara untuk menyebutkan apakah obat di negaranya mahal atau murah.

Mengenai obat generik dari pemerintah, Suryawati mengatakan berdasarkan penelitian harga beberapa obat generik lebih mahal dibanding obat dengan kandungan yang sama namun memiliki nama dagang. "Karena itu, harga obat generik perlu dievaluasi, mengingat obat-obat dengan nama dagang yang harganya murah, ternyata sudah menguntungkan," katanya.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack