A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Polls

Pendapat Anda tentang Situs Kami
 

Syndicate

Who's Online

Saat ini ada 17 Jumlah tamu Yang online
Home
Pertama Kali, Bayi Tabung Lahir dari Sel Telur di Luar Kandungan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Wednesday, 04 July 2007
LONDON, SELASA - Bayi pertama dari hasil pembuahan sel telur yang matang di luar kandungan lahir di Kanada. Terobosan ini memberi peluang baru kepada perempuan-perempuan yang menderita kanker atau gangguan pembuahan untuk dapat menghasilkan anak.

Tidak disebutkan kapan bayi tersebut lahir namun seperti dilaporkan dalam pertemuan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) di Lyon, Perancis, Senin (2/7), saat ini dalam kondisi sehat. Bahkan tiga orang wanita sedang hamil melalui teknik yang sama. Keberhasilan ini menjadi alternatif bagi para perempuan yang tidak nyaman dengan teknik pembuahan in vitro konvensional atau in vitro fertilization (IVF).

Teknik IVF membutuhkan obat hormon dosis untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak sel telur matang untuk dibuahi. Namun, sebagian orang tak punya banyak waktu untuk melakukan terapi hormon secara teratur atau rangsangan hormon dapat menimbulkan efek samping yang memperburuk kondisi tubuh, misalnya pada penderita kanker payudara. Selain itu, terapi hormon membutuhkan biaya mahal.

Bagi pasien yang terhambat masalah-masalah tersebut, mematangkan sel telur di laboratorium atau teknik in vitro maturation (IVM) tentu menjadi alternatif yang menjanjikan. Namun, baru kali ini para peneliti berhasil membekukan, mencairkan, lalu membuahi sel telur yang matang di luar kandungan.

"Untuk pertama kalinya kami telah mendemonstrasikan bahwa hal tersebut mungkin dilakukan. Sejauh ini kami berhasil dengan empat kehamilan, satu di antaranya telah lahir," ujar Hanazel, Holzer dari Pusat Reproduksi McGill di Montreal.

Tingkat keberhasilannya baru 20 persen karena pada percobaan tersebut Holzer mencobanya kepada 20 pasien penderita sindrom ovarium polisistik, salah satu penyebab utama gangguan kesuburan.

Meski demikian, terobosan ini baru pada tahap awal dan belum terbukti manfaatnya pada pasien kanker. Namun, chairman ESHRE Joep Gearedts menyatakan tingkat keberhasilan 20 persen merupakan hasil yang cukuyp baik. "Jika bekerja pada penderita kanker, terobosan tersebut mungkin dapat diterapkan pada prempuan-perempuan yang menolak IVF atau reproduksi berbantu karena tak perlu lagi memaksanya dengan hormon," ujarnya.

Teknik ini juga diklaim lebuh murah daripada IVF konvensional yang membuthkan hormon kesuburan seharga ribuan dollar AS. Namun, Geraedts menekankan perlunya percobaan klinis yang lebih besar untuk memastikan prosedur yang paling otimum agar tingkat keberhasilannya setinggi mungkin.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
Joomla Templates by Joomlashack