|
Stroke bukanlah penyakit baru di Indonesia, bahkan penyakit ini telah menduduki peringkat ketiga penyebab kematian utama.
Stroke adalah gangguan fungsi otak karena terganggunya suplai darah ke otak. Jika aliran darah terhambat lebih dari beberapa detik, sel-sel otak di daerah yang tak teraliri darah akan rusak secara permanen, bahkan menyebabkan kematian.
Untuk mencegah serangan stroke, ada sejumlah faktor risiko yang perlu dikontrol, antara lain hipertensi, kebiasaan merokok, diabetes dan obesitas.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan gejala depresi juga memiliki risiko yang tinggi terkena stroke dan stroke ringan. Tapi ini hanya terjadi pada orang berusia kurang dari 65 tahun.
Kesimpulan tersebut dihasilkan lewat pengamatan kesehatan yang dilakukan Dr.Margareth Kelly-Hayes dan tim periset dari Boston University terhadap 4120 responden di Framingham Heart Study selama 8 tahun.
Pada awalnya, angka standar depresi (CES-D) para responden rata-rata adalah 6. Namun, hampir 11 persen nilainya 16 atau lebih, yang mengindikasikan adanya gejala depresi.
Selama masa pengamatan, dilaporkan terdapat 144 kasus stroke dan 84 kasus stroke ringan. Demikian lapor tim periset dalam Medical Journal Stroke.
Para responden yang berusia kurang dari 65 tahun dan memiliki nilai CES-D 16 atau lebih, risikonya empat kali lebih besar terkena stroke atau stroke ringan, dibandingkan dengan mereka yang memiliki nilai CES-D lebih rendah.
Risiko tersebut tetap tinggi, bahkan diantara faktor pencetus stroke lainnya, seperti hipertensi atau obesitas.
Sebaliknya, pada responden yang berusia lebih dari 65 tahun, tidak muncul kaitan antara depresi dan serangan stroke.
Tim periset menyebutkan ada sejumlah penyebab mengapa depresi bisa mempengaruhi risiko stroke, antara lain kurang disiplinnya pasien dalam mengkonsumsi obat dan pola makan yang sehat, kurang aktifitas fisik dan sejumlah kebiasaan kurang sehat lainnya.
Di lain pihak, para penderita stroke juga bisa mengalami depresi, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Dari yang sulit konsentrasi sampai ingin bunuh diri.
Pada penderita stroke, depresi akan memperlambat proses penyembuhan, memperberat gejala fisik, mengganggu program rehabilitasi, dan meningkatkan angka kematian.
Dengan penanganan yang baik, meliputi pemberian obat antidepresan, konseling serta dukungan seluruh keluarga, 70 persen depresi akan sembuh.
|