|
Stroke Juga Termasuk Penyakit Keturunan |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Wednesday, 04 July 2007 |
|
Penyakit stroke ternyata termasuk dalam kelompok penyakit yang diturunkan secara genetik. Hal itu berarti kemungkinan seseorang terkena penyakit stroke akan meningkat jika ada kakak atau adik yang menderita penyakit yang disebabkan oleh sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak itu.
Ahli saraf di Lampung, dr.Ruth Mariva, Sp.S, menjelaskan penyakit stroke dapat diturunkan secara genetik melalui "autosomal dominan" akibat mutasi gen pada kromosom 19 yang dikenal dengan dengan penyakit CADASIL (Cerebral Autosomal Dominant Arteriopathy with Subcortical Infarcts and Leukoencephalopathy). Menurut dia, kelainan terjadi pada dinding pembuluh darah kecil, terutama di otak yang sudah terjadi sejak usia dewasa
Penderita CADASIL pertama kali dilaporkan di Eropa, dan sejak tahun 1996 sudah bisa dilakukan tes genetika untuk mendukung diagnosa penyakit tersebut. Sementara di Indonesia, belum terdokumentasi dengan baik berapa jumlah penderita CADASIL, sementara tes genetika memerlukan biaya yang mahal. Selain itu, konseling genetika dan pedigree (silsilah keluarga yang dimulai dari penderita sampai dua generasi di atasnya, baik dari jalur ayah maupun ibu) masih merupakan hal yang baru diperkenalkan pada dekade terakhir ini.
"Tinjauan literatur menunjukkan bahwa 85 persen akan menunjukkan gejala stroke. Namun dua pertiga penderita itu biasanya akan mengalami stroke ringan (lacunar) dengan faktor risiko vaskuler yang tidak jelas," katanya.
Selain faktor genetik, ada beberapa faktor risiko untuk stroke yang sudah sangat dikenal, yang sebetulnya dapat ditangani atau diobati. Faktor-faktor risiko ini adalah, diabetes mellitus, konsumsi alkohol berlebihan, kurang berolahraga, peningkatan kadar kolesterol, tekanan darah tinggi, merokok, dan obesitas.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|