A free template from Joomlashack

A free template from Joomlashack

Home arrow Artikel
Artikel
Terapi Alternatif Kurangi Kesuburan? Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 06 July 2007
Bertentangan dengan pendapat umum, sekelompok ilmuwan dari Eropa justru menyatakan pengobatan alternatif akan mengurangi kesuburan wanita.

Hal tersebut dipresentasikan pada pertemuan ahli reproduksi manusia, European Society of Human Reproduction and Embryology, yang berlangsung di Perancis minggu lalu. Berdasarkan analisa yang mereka lakukan terhadap 800 wanita Denmark, 261 responden yang rutin melakukan pengobatan alternatif seperti refleksiologi, suplemen herbal, akupuntur, homeopati dan kinesiologi, lebih sulit hamil dibanding dengan wanita yang mengabaikan pengobatan alternatif.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
Selengkapnya...
 
Indonesia Sangat Kekurangan Dokter Gigi Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 1
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 06 July 2007
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS--Persatuan Dokter Gigi Indonesia memastikan, sampai saat ini Indonesia sangat kekurangan tenaga dokter gigi. Hal itu berdampak pada belum optimalnya pelayanan kesehatan gigi yang bisa diberikan kepada masyarakat.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut dibutuhkan waktu setidaknya 60 tahun hingga tercapai perbandingan ideal menurut World Health Organization (WHO) di mana satu dokter gigi melayani 10.000 penduduk saja.


Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
Selengkapnya...
 
Nutrisi Cegah Kerontokan Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 2
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 05 July 2007
KEBOTAKAN dan kerontokan rambut merupakan masalah bagi sebagian orang. Kurang hormon testosteron pada pria dan dominannya hormon progesteron dibanding hormon estrogen pada wanita, merupakan salah satu faktor penyebab kebotakan dan kerontokan rambut.

Normalnya, rambut rontok 20 helai per hari, jika lebih dari itu, patut diwaspadai Anda mengalami kerontokan rambut, yang nantinya bisa berujung pada kebotakan, tentunya jika tidak segera ditangani. Lantas, langkah apa yang bisa membantu mengurangi masalah kebotakan dan kerontokan rambut?

Menurut ahli gizi RSCM dr Rahmat Sugih SpGM, asupan makanan yang dikonsumsi merupakan hal penting yang harus diperhatikan. ”Makanan yang dikonsumsi tentunya harus cukup protein, lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun. Jika lemak yang dikonsumsi tubuh kurang, dengan sendirinya akan menghambat pertumbuhan rambut.


Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
Selengkapnya...
 
Pancaroba, Waspadai Pnemonia pada Balita Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 05 July 2007
Di masa pergantian musim atau masa pancaroba saat ini penyakit yang perlu diwaspadai adalah pnemonia (infeksi radang paru) khususnya yang menyerang anak balita, karena bisa menyebabkan kematian. Di Indonesia, pnemonia merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan tuberkulosis.

"Penyakit tersebut adalah infeksi pada saluran pernafasan akut (ISPA) yang menjurus ke pernafasan cepat atau pnemonia, karena penyakit ini bila tidak segera diobati akan menyebabkan kematian bagi anak balita," kata Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, dr. Syamsudin melalui Kasi Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) dan Pemberatasan Penyakit Menular (P2M), dr. Eko Budi Siswanto, di Boyolali, Rabu (4/7).

Eko Budi menjelaskan, gejala penyakit pnemonia tersebut biasanya penderita mengalami batuk, pilek, dan disertai nafas cepat. Faktor risiko penyakit ini di antaranya, akibat udara di lingkungan rumah kurang baik serta gizi buruk bagi balita. "Namun, penderita kalau hanya batuk dan pilek saja itu sudah biasa atau dikatakan ISPA," katanya.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
Selengkapnya...
 
Hindari Malpraktik dengan Komunikasi Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Peringkat Pengguna: / 0
Ditulis Oleh Administrator   
Thursday, 05 July 2007
SALEMBA,- Istilah malpraktik di dunia kedokteran kerap didengar. Kasus ini sebenarnya bisa dihindari dengan memperbaiki komunikasi antara dokter dan pasien. Hal ini dikatakan Ketua Bidang Kajian Hukum Kedokteran dan Kesehatan Ikatan Dokter Indonesia, Herkutanto, di sela-sela diskusi panel tentang malpraktik di Ruang Senat Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (3/7) pagi.

"Jadi sebaiknya setiap dokter yang memeriksa pasien harus bisa menjelaskan kondisi kesehatan si pasien. Jika harus dilakukan tindakan medis serius dengan risiko besar, si dokter juga harus membicarakannya dengan pasien. Si pasien harus tahu konsekuensi terburuk dalam tindakan medis," tutur Herkutanto.

Namun, pada kenyataannya saat ini banyak dokter di Indonesia yang tak melakukan itu. Akibatnya, banyak pasien menuduh si dokter melakukan malpraktik bahkan ada pula yang melaporkannya ke polisi dan menggugatnya ke pengadilan.

Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
Selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 91 - 99 dari 186
Joomla Templates by Joomlashack