|
Cegah Kanker Leher Rahim dengan Deteksi Dini |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 15 June 2007 |
Lebih baik mencegah dari pada mengobati, ungkapan ini tampaknya paling pas untuk mengungkapkan pentingnya deteksi dini untuk mencegah terjadinya kanker serviks (leher rahim).
Jika kanker serviks ditemukan lebih dini, tingkat kesembuhannya bisa mencapai 100 persen. Hal tersebut disampaikan dr.Nugroho Kampono, SpOG (K) dalam peluncuran kampanye Cegah Kanker Serviks, Rabu (18/4) di Jakarta.
Kanker Serviks merupakan jenis kanker yang menyebabkan kematian tertinggi pada perempuan. Prestasinya tidak main-main, ia menempati urutan pertama jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan di Indonesia.
Menurut data Yayasan Kanker Indonesia (YKI), penyakit ini telah merenggut lebih dari 250.000 perempuan di dunia dan terdapat lebih 15.000 kasus Kanker Serviks baru, yang kurang lebih merenggut 8.000 kematian di Indonesia setiap tahunnya.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Mengenali Gejala Kanker Ovarium |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Friday, 15 June 2007 |
Kanker indung telur (ovarium) sering disebut sebagai the silent killer karena muncul tanpa gejala (asimtomatik) dan baru menimbulkan keluhan jika masuk pada stadium lanjut. Meski begitu ada beberapa gejala yang perlu dicurigai sebagai timbulnya kanker ovarium.
Kanker ovarium sebagian besar berbentuk tumor kista, namun ada pula yang berbentuk tumor padat. Pada stadium awal, gejala yang timbul berupa ganguan haid. Berbeda dengan kanker leher rahim yang bisa dideteksi dengan pap smear, belum ada cara untuk memeriksa adanya keganasan ovarium.
The American Cancer Society baru-baru ini mengumumkan hasil konsesus para ahli kanker mengenai gejala-gejala kanker ovarium, antara lain bengkak-bengkak di bagian tubuh, rasa sakit di bagian perut dan panggul, kehilangan napsu makan, sering buang air kecil. Rasa sering berkemih timbul jika tumor sudah menekan rektum atau kandung kemih. Dapat juga terjadi peregangan atau penekanan di daerah panggul yang menyebabkan nyeri, juga nyeri pada saat bersenggama.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
90% Produk Makanan Tak Terawasi |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 14 June 2007 |
Lebih dari 90% produk obat-obatan, kosmetika, dan makanan yang beredar di tengah masyarakat luput dari pengawasan pemerintah. Hal ini disebabkan minimnya peralatan dan infrastruktur Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
JAKARTA – “Hingga saat ini, BPOM hanya mampu mengawasi 6,5% dari 80 ribu item produk obat dan makanan yang telah memiliki izin edar,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari, kemarin.
Padahal, BPOM seharusnya mampu mengawasi secara reguler, guna mencegah beredarnya obat dan makanan yang kandungannya dapat merugikan kesehatan konsumen. Alhasil, sampai sekarang masih banyak laporan mengenai beredarnya obat dan makanan yang tidak sehat dan palsu.
“Meskipun produk-produk obat dan makanan tersebut sebelum dilempar ke pasar sudah melalui pemeriksaan,secara berkala seharusnya dilakukan pemeriksaan guna mengontrol tidak ada zat kimia berbahaya,”tuturnya.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Monday, 28 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 81 - 84 dari 120 |