|
Efek Samping Obat Herbal Bisa Dihindari |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 18 September 2007 |
Jakarta,- Upaya menempatkan obat herbal sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan formal harus disertai peningkatan mutu, standardisasi dari hulu ke hilir, dan pelaksanaan uji farmakologi agar terbukti khasiat dan keamanannya. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan adanya efek samping obat herbal dan memenuhi sebagian kebutuhan obat nasional.
"Selama ini upaya beralih ke obat herbal masih sulit dilakukan karena khasiat dan keamanannya belum terjamin, kandungan senyawa aktifnya belum terstandar, sehingga sulit menentukan dosis pemakaian," kata Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Rifatul Widjhati, Minggu (16/9) di Jakarta.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Perlindungan Luar Dalam untuk Kesehatan Mata |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Tuesday, 18 September 2007 |
|
Untuk menikmati keindahan dunia ini kita membutuhkan mata yang sehat, karenanya jagalah indera penglihatan yang sangat vital ini. Caranya dengan memperhatikan gizi dan mulai menghilangkan kebiasaan buruk yang berpengaruh pada kualitas penglihatan.
Selain karena faktor penyakit, seperti katarak dan degenerasi makular, daya penglihatan kita juga bisa berkurang karena rabun jauh (tidak bisa melihat benda yang jauh). Penyebab terbanyak rabun jauh adalah keturunan, namun faktor kebiasaan dan pola makan juga berpengaruh.
Kebiasan buruk yang mempercepat timbulnya rabun jauh adalah membaca dalam posisi tidak benar. Posisi terbaik untuk membaca adalah duduk dengan posisi buku disandarkan di depan mata, dengan jarak pandang 33 cm dari mata, jarak yang sama juga berlaku ketika menonton televisi. Selain itu, biasakan untuk membaca di tempat yang cukup cahaya.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Gugatan Hukum Terhadap Dokter Makin Marak |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Thursday, 13 September 2007 |
|
JAKARTA, - Hubungan dokter dengan pasien pada prinsipnya merupakan hubungan yang berdasarkan atas kepercayaan antara keduanya. Keberhasilan suatu pengobatan tergantung di antaranya pada seberapa besar kepercayaan pasien kepada dokternya. Hal inilah yang menyebabkan hubungan seorang pasien dengan dokternya kadang sulit tergantikan oleh dokter lain.
Akan tetapi, hubungan ini dalam beberapa tahun terakhir ini telah berubah akibat makin menipisnya keharmonisan antara keduanya. Berubahnya pola hubungan dokter-pasien yang bersifat paternalistik menjadi hubungan kolegial atau kemitraan, membuat pasien makin kritis terhadap dokternya. Ketika terjadi suatu hasil pengobatan yang tidak diinginkan seperti penyakit makin parah, kecacatan atau kematian, maka pasien serta merta menganggap dokter dan rumah sakitnya lalai.
|
|
Terakhir diperbaharui ( Wednesday, 23 July 2008 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya > Akhir >>
|
| Hasil 45 - 48 dari 120 |